HomeResearch and Insights › Tyre Management System: Solusi Terbaik Hentikan Pemborosan Anggaran Ban

Tyre Management System: Solusi Terbaik Hentikan Pemborosan Anggaran Ban

Pemborosan Biaya Ban Di Luar Kendali

Sebelum masuk ke pembahasan seputar Tyre Management System, bisakah Anda menjawab pertanyaan berikut: Berapa kali perusahaan Anda melakukan penggantian ban dalam satu tahun? Kemudian Anda kalkulasikan biaya tersebut dengan jumlah ban pada puluhan unit armada Anda. Tentu pengeluaran rutin ini akan menggerogoti biaya operasional dalam jumlah yang sangat masif bukan?

Kendala utamanya, Anda tidak punya data pasti kapan ban harus dirotasi, divulkanisir atau dibuang. Anda tidak memiliki catatan historis inspeksi untuk setiap ban, maupun foto bukti dari kondisi setiap ban, sehingga proses pengambilan keputusan operasional tidak didasarkan pada sumber data yang valid.

Bayangkan, jika ada 100 ban yang semestinya masih layak dipakai atau dapat divulkanisir namun Anda lupa atau bahkan terlewat melakukan inspeksi sehingga kondisi ban sudah tidak dapat ditangani/regrooving.

Atau bahkan, terjadi tumor (sidewall bubble) pada ban yang seharusnya dapat ditangani dengan segera, namun karena proses inspeksi yang asal–asalan justru membuat Anda harus membeli ban baru dengan biaya yang jauh lebih mahal dari biaya perawatan. Ketidaktahuan akan status kelayakan ban ini tentu sangat merugikan keuangan perusahaan.

Pengambilan Keputusan Harus Berdasarkan Data

Pengambilan keputusan strategis semestinya harus didasarkan pada data yang valid, bukan sekadar mengandalkan tebakan visual dan asumsi mekanik/tyreman semata. Karenanya, ketersediaan informasi kondisi ban akan memberikan kepastian matematis bagi Anda dalam melakukan budgeting untuk biaya perawatan hingga penggantian ban.

Penggunaan Tyre Management System memungkinkan perusahaan memperoleh laporan kondisi ban secara lebih komprehensif dan akurat meliputi:

  1. Monitoring tekanan ban secara real-time
  2. Pemantauan suhu ban
  3. Laporan kedalaman tapak ban
  4. Prediksi waktu penggantian ban
  5. Monitoring masa pakai ban
  6. Perhitungan CPK (Cost Per Kilometer) atau CPH (Cost Per Hour)
  7. Riwayat perawatan ban
  8. Serta Pengelolaan work order

Dengan data yang terintegrasi dan terukur, perusahaan dapat melakukan preventive maintenance secara lebih efektif, mengurangi risiko downtime, meningkatkan keselamatan operasional, serta mengoptimalkan umur pakai ban dan efisiensi biaya operasional.

Mengurangi Downtime dan Kerugian Operasional

Ban menjadi salah satu komponen yang paling sering menyebabkan downtime. Ironisnya, banyak kasus downtime terjadi bukan karena kualitas ban yang buruk, melainkan akibat minimnya monitoring kondisi ban secara berkala.

Di balik satu unit yang terhenti karena permasalahan pada ban, terdapat potensi kerugian yang jauh lebih besar, seperti keterlambatan pengiriman, terganggunya jadwal operasional, komplain pelanggan, hingga hilangnya peluang bisnis.

Karenanya, penggunaan Tyre Management System akan sangat membantu perusahaan dalam mengurangi risiko tersebut melalui monitoring yang lebih konsisten dan terdokumentasi. Perusahaan dapat mengetahui kondisi aktual setiap ban tanpa harus mengandalkan asumsi atau inspeksi visual semata.

Selain itu, perusahaan juga dapat menentukan prioritas penggantian ban berdasarkan tingkat urgensi dan kondisi aktual di lapangan. Dengan demikian, pengeluaran biaya menjadi lebih terkontrol dan tidak dilakukan secara reaktif setelah kerusakan terjadi.

Pendekatan ini sangat penting terutama bagi perusahaan transportasi, logistik, bus fleet, hingga operasional tambang yang memiliki tingkat mobilitas armada tinggi setiap harinya.

Solusi Tyre Management System dari AssetFindr

TyreOptimaX merupakan platform Tyre Management System dari AssetFindr yang dirancang sebagai solusi komprehensif untuk memantau, mengelola, dan mengoptimalkan seluruh siklus hidup ban armada. Sistem ini memungkinkan perusahaan mengelola penggunaan ban secara menyeluruh, mulai dari tapak asli hingga tapak vulkanisir, berdasarkan data per merek dan jenis ban.

Seluruh proses monitoring dilakukan secara real-time dalam satu sistem terintegrasi, mulai dari riwayat penggunaan ban, riwayat kendaraan yang terhubung, monitoring tekanan dan temperatur ban, laporan performa ban, biaya per KM/HM, proyeksi masa pakai ban, prakiraan penggantian ban, laporan kerusakan ban, hingga laporan klaim otomatis.

Dengan pendekatan berbasis data, TyreOptimaX membantu perusahaan mengurangi biaya operasional, meningkatkan keselamatan, memperpanjang usia pakai ban, serta mendukung pengambilan keputusan maintenance yang lebih akurat dan terukur. 

Dapatkan kontrol dan visibilitas penuh terhadap kondisi ban armada Anda dengan DigiSpect Tyre dan TyreOptimaX. Dengan sistem inspeksi dan monitoring digital yang akurat, setiap keputusan operasional tidak lagi bergantung pada asumsi, melainkan berdasarkan data kondisi ban secara real-time. Hal ini membantu mengurangi risiko downtime, memperpanjang usia pakai ban, serta menjaga biaya operasional armada tetap efisien dan terkendali. 

Dengan TyreOptimaX, perusahaan dapat melakukan monitoring kondisi ban secara real-time mulai dari monitoring tekanan ban secara real-time, pemantauan suhu ban, laporan kedalaman tapak ban, prediksi waktu penggantian ban, monitoring masa pakai ban, perhitungan CPK (Cost Per Kilometer) atau CPH (Cost Per Hour), riwayat perawatan ban, serta pengelolaan work order. Sistem ini juga mendukung pengelolaan work order dan histori perawatan ban agar proses maintenance menjadi lebih terstruktur, terkontrol, dan efisien.

Untuk mempercepat inspeksi di lapangan, DigiSpect Tyre memungkinkan proses pengecekan kondisi ban hingga 3,8 kali lebih cepat dibanding metode konvensional. Dengan inspeksi yang lebih praktis dan akurat, perusahaan dapat mengidentifikasi potensi kerusakan lebih dini sebelum berdampak pada operasional dan biaya yang lebih besar.

Segera konsultasikan kebutuhan Tyre Management System perusahaan Anda bersama AssetFindr.